fbpx

Tarot Psikologi atau Pseudo-Science?

Tarot psikologi? Benarkah tarot adalah bagian dari psikologi? Apakah ini semua ilmiah, atau justru menggunakan mistis?.

Sabarrr….

Tulisan kali ini akan membahas kartu tarot itu sendiri, karena banyak yang mencari di situs pencarian tentang kartu tarot. Tidak jarang juga orang yang menulisnya di blog mereka.

Beberapa orang menganggap kartu tarot adalah kartu mistis yang penuh dengan kekuatan supranatural, dan ramalan. Sebagian orang seperti saya skeptis dengan hal-hal tersebut. Sebagiannya lagi sok eksis dengan memilih untuk ribut mengkaji, mengkritisi, memperdebatkan dan menulisnya secara sarkastik di artikel-artikel.

Saya sendiri menjadi salah satu orang yang memanfaatkan kartu tarot sebagai sarana konseling. Tentu saja karena pekerjaan saya di bidang konseling dan hipnoterapi. Menurut saya, banyak orang tertolong dengan metode konseling kartu tarot.

Tarot Psikologi

Istilah ini biasanya digunakan untuk para petarot yang memang tidak memiliki basic atau dasar pengetahuan tentang mistisme, supranatural, atau okultisme seperti saya. Ya.. basic keilmuan saya adalah bimbingan konseling, bukan spiritual, perdukunan, dan sejenisnya.

Selama mengenyam pendidikan bimbingan konseling, saya mempelajari banyak dinamika kepribadian dan banyak teori psikologi. Beberapa yang menarik dan banyak digunakan orang serta berkaitan dengan kartu tarot adalah teori dari Sigmund Freud dan Carl Jung.

Mari kita lewati segala macam teori psikologi yang ribet dan membosankan itu…. kalau mau tetap membaca teori-teori psikologi yang membosankan, silahkan menuju blog saya satunya (www.gunabraham.com).
Web tersebut khusus membahas mengenai psikologi dan hipnoterapi.

Konseling Tarot Psikologi

Saya mempelajari tarot karena menurut saya hal ini menarik. Tarot sangat amat membantu proses konseling bersama klien-klien saya.

Bagaimana saya bisa terbantu dengan kartu tarot?

Dengan kartu tarot, saya dapat banyak membedah banyak informasi klien yang sebenarnya adalah akar masalah mereka. Tentu bukan dengan ramalan, tapi dengan simbol-simbol yang diterjemahkan untuk memancing memori klien mengingat kembali pengalamannya. Kurang lebih, hampir mirip metode psikoanalisis. Dalam dunia hipnoterapi sering disebut Regresi.

Apabila akar dari permasalahan klien dapat ditemukan, maka kemungkinan untuk menemukan solusinya akan jauh lebih mudah. Dengan kata lain, tarot yang saya gunakan bukan bertujuan untuk meramal tetapi konseling psikologi.

Masyarakat Indonesia masih tabu dengan pendekatan konseling psikologi, psikoterapi, dan sejenisnya. Terbukti dengan masih minimnya masyarakat yang menggunakan layanan tersebut. Pendekatan dengan menggunakan kartu tarot menurut saya jauh lebih efektif untuk membantu mereka mengatasi masalahnya.

Bagaimana dengan Ramalan Tarot?

Baiklah, saya akan jelaskan dengan versi saya. Saya tidak memiliki latar belakang divinasi, fortune teller, peramal, atau spiritualist. Jika Anda berkonsultasi dengan saya dan menanyakan tentang masa depan, maka anggaplah seperti seorang peramal cuaca yang membaca tanda-tanda yang muncul dari Anda. Apabila langit mendung, maka kemungkinan akan hujan namun bisa saja tidak terjadi.

Seperti pepatah lama yang mengatakan bahwa

Seperti Apa Masa Depan Anda adalah Tergantung Pada Anda Saat Ini, Seperti Apa Anda Saat Ini adalah Hasil dari Masa Lalu Anda.

Seberapa Akurat Hasilnya?

Saya sering menjawab pada klien saya yang bertanya apakah tarot saya akurat? Saya selalu menjawab dengan jawaban yang sama, yaitu:

Dibandingan dengan Testpack, jelas lebih akurat Testpack. Jadi jangan datang ke petarot, belilah Testpack jika ingin Akurat.

~ Abraham Tarot

Demikian artikel saya tentang tarot psikologi, semoga menemukan faedah. Jika tidak maka skip saja, semoga Anda diberi kelancaran untuk segala urusan Anda. Salam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *